Apa Saja Gejala Proses Kelahiran Bayi Normal?

Apa Saja Gejala Proses Kelahiran Bayi Normal?

 

Kelahiran bayi merupakan proses yang paling dinanti-nanti calon orang tua saat menunggu kehadiran sang buah hatinya. Selama 9 bulan kehamilan, tentu bunda tidak sabar menunggu kehadiran si kecil yang lucu dan mungil ke dunia. Melahirkan bayi sendiri merupakan sebuah keajaiban yang begitu luar biasa seumur hidup khususnya bagi wanita yang melahirkan. Untuk Anda yang tengah hamil anak pertama, pastinya ingin mengetahui proses kelahiran normal lewat vagina. Pada proses kelahiran yang normal sendiri, biasanya kepala bayi akan menghadap ke arah bawah.

Di mana kepala bayi pun siap keluar terlebih dulu. Ada beberapa kasus, di mana kepala bayi tak mengarah atau menghadap ke bawah. Kondisi tersebut biasanya dinamakan juga dengan sungsang. Akan tetapi sebenarnya kasus ini bisa dihindari sebab posisi bayi sendiri bisa dipantau melalui USG. Lalu, bagaimana tanda-tanda kelahiran bayi normal terjadi?

Tahap Awal

Pada tahapan awal ini, biasanya ibu akan masuk pada dua proses yang akan terjadi, pertama adalah fase awal dan yang kedua adalah fase aktif. Untuk fase pertama ini leher rahim sedikit demi sedikit akan mulai menipis dan pada akhirnya terbuka, setelah itu ibu akan mengalami gejala kontraksi ringan dan pada umumnya kontraksi akan berlangsung kurang lebih sekitar 30 detik sampai dengan 90 detik dan jeda setiap kontraksi menjadi teratur. Misalnya akan kontraksi lagi 5 menit kemudian dan seperti itu terus menerus. Dengan terjadinya kontraksi yang terus menerus maka leher rahim akan terus membuka. Pada kondisi tersebut akan terlihat lendir dan darah yang keluar sedikit demi sedikit dari vagina.

Berakhirnya fase awal di tandai dengan leher rahim yang terbuka selebar 4 cm. Namun setiap ibu yang di perlukan menuju proses akhir ini berbeda-beda karena berbagai faktor. Bagi ibu yang baru pertama kali akan melahirkan biasanya akan memerlukan waktu kurang lebih 6 sampai dengan 12 jam dan bagi ibu yang sudah pernah melahirkan biasanya akan memerlukan waktu lebih cepat di bandingkan yang belum melahirkan sama sekali.

Pada fase aktif justru leher rahim sang ibu akan lebih cepat melakukan pelebaran dan biasanya leher rahim akan membuka sampai melebar 10 cm dan akan lebih kuat dalam proses kontraksinya yang artinya akan lebih sering dan lebih lama. Bahkan dengan kondisi seperti ini sang ibu akan merasa lelah dan sudah tidak kuat walaupun hanya bicara sebentar saja. Pada fase ini rasa tidak nyaman akan sangat sering di antaranya kram kaki yang berkepanjangan di lanjut dengan tekanan yang cukup mengganggu pada punggung kemudian akan mengalami rasa mual secara terus menerus. Pada tahap ini maka langkah selanjutnya harus siap melakukan persalinan yang di dampingi oleh perawat atau bidan sehingga persalinan berjalan dengan lancar. Fase aktif biasanya akan berlangsung kurang lebih 4 sampai dengan 8 jam tergantung dari masing-masing individu.

Tahap kedua

Tahapan kedua adalah tahapan di mana seorang ibu mendorong bayi keluar dari tubuh melalui vagina yang sudah terbuka lebar. Siap-siap tenaga yang di miliki oleh seorang ibu di keluarkan dengan maksimal. Ketika tahapan kedua ini maka secara perlahan bayi dari rahim akan perlahan keluar dengan waktu keluarnya bisa cepat atau bisa lamban tergantung dari kondisi ibu. Jangan tergesa-gesa dalam mendorong bayi, lakukanlah secara tenang dan sabar dan biarkan keluar secara alami agar proses kelahiran bayi pun lancar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *