Cara Mengatasi Anak Obesitas Sebelum Terlambat

 Gizi dan kesehatan anak masih sering diabaikan oleh orang tua sehingga anak menjadi memiliki pola hidup yang tidak sehat. Atas nama kasih sayang, banyak orang tua yang membiarkan anaknya melakukan apapun yang ia mau termasuk banyak mengkonsumsi makanan yang manis dan berlemak tinggi. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan dengan nilai gizi rendah bisa menyebabkan anak menjadi kegemukan atau obesitas. Seseorang dinyatakan obesitas apabila berat badannya sudah 20% melebihi batas berat badan ideal.

 

Dampak dari obesitas terhadap gizi dan kesehatan anak adalah ia akan lebih mudah terkena penyakit kronis pada usia yang muda. Penyakit tersebut adalah diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gangguan hati, insomnia, bahkan tulang yang rapuh.  Belum lagi dampak psikologis yang akan diterima oleh anak obesitas yaitu menjadi korban ejekan dari teman-temannya. Jika anak Anda memiliki berat badan berlebih, lakukan hal-hal berikut sebelum menjadi penyakit:

 

Ganti cemilan dengan buah

 

Salah satu kebiasaan yang berkontribusi terhadap berat badannya yang berlebih adalah kebiasaan ngemil yang tidak terkontrol. Ganti cemilannya secara bertahap agar anak tidak marah dengan buah-buahan yang dipotong dan siap untuk disantap. Buah-buahan mengandung banyak vitamin dan serat sehingga pas untuk cemilan sehat anak. Dengan mengunyah buah, ia juga akan membakar kalori dan bisa membantu untuk menurunkan berat badannya.

 

Batasi minuman manis

 

Di Amerika, kasus anak obesitas semakin meningkat karena gaya hidup yang sering mengabaikan gizi dan kesehatan anak. Mereka gemar sekali minum minuman manis dan bersoda daripada mengkonsumsi air putih.  Kadar gula yang tinggi pada minuman kemasan akan membuat tubuh sulit untuk memecah lemak sehingga semakin tertimbun di dalam tubuh. Kurangi konsumsi minuman manis setiap hari dang anti kebutuhan air dengan air putih agar metabolisme tubuh anak lebih baik dan lemak bisa dipecah menjadi energi dengan lebih baik.

 

Kurangi menonton tv dan berada di depan komputer

 

Usia anak seharusnya giat bermain di luar dan beraktivitas fisik secara aktif, bukannya menghabiskan waktu berjam-jam di depan televsi atau main game dengan gadgetnya. Selain itu ketika menonton televisi, anak cenderung akan ngemil lebih banyak yang bisa merusak keseimbangan gizi dan kesehatan anak.  Dorong anak untuk bermain di luar bersama dengan temannya misalnya bermain sepak bola atau bersepeda layaknya Anda ketika masih kecil dan teknologi belum sampai seperti sekarang. Dengan aktivitas fisik yang aktif maka tubuhnya akan terus membakar energi yang didapatkan dari pembakaran makananannya sehingga tidak ada zat sisa yang tertimbun di dalam tubuh.

 

Jangan lupakan sarapan

 

Pemenuhan gizi dan kesehatan anak juga dipengaruhi dengan kebiasaannya sarapan setiap pagi. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan kelebihan berat badan ternyata jarang sarapan. Tidak membiasakan sarapan akan membuat anak merasa lebih lapar bahkan sebelum waktunya makan siang sehingga ia akan makan lebih banyak. Maka dari itu biasakan setiap pagi sebelum berangkat sekolah sempatkan anak untuk menyantap sarapan yang bergizi dan kaya akan serat.

Menu sarapan bisa dengan roti gandum dan susu, atau dengan nasi beberapa sendok dan satu porsi sayur ditambah dengan buah.  Dengan tidak melewatkan waktu sarapan maka anak Anda akan memiliki banyak energi untuk melakukan aktivitas dan makanan yang kaya serat akan membuatnya tetap kenyang dalam waktu yang lebih lama hingga waktunya makan siang. Sarapan adalah waktu makan yang penting untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *