Kegiatan yang tidak boleh dilakukan pada ibu hamil

kegiatan-yang-tidak-boleh-saat-hamil
Meskipun anda sudah melewati trisemester pertama kehamilan, tapi bukan berarti loh anda boleh bebas melakukan semua kegiatan seperti biasa yang anda lakukan pada saat tidak hamil. Sebagai istri dan ibu, biasanya seorang wanita berpikir bahwa ia harus melayani keluarga sebaik seperti sebelum hamil.Kehamilan merupakan sesuatu yang sangat berharga sekaligus rentan terhadap bahaya dan komplikasi.
Untuk itu, pengetahuan mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh anda lakukan menjadi sangat penting. Berikut ini dipaparkan beberapa aktivitas dan area kehidupan yang harus anda perhatikan, khususnya sejak memasuki trisemester kedua kehamilan:
A. Pekerjaan
{mosimage}Pekerjaan kadang menjadi sesuatu yang dilematis.anda membutuhkan pekerjaan tetapi kehamilan sering kali meminta anda untuk tidak lagi bekerja, khususnya ketika memasuki trisemester kedua dan ketiga. Dari sekian banyak jenis pekerjaan, ada pekerjaan yang sebaiknya anda hindari ketika sedang hamil.Misalnya para wanita yang bekerja sebagai petani, ahli di laboratorium, kru maskapai penerbangan,
Polisi lalu lintas, tentara, juru masak, bahkan pekerjaan sebagai sekertaris seringkali memiliki resiko apabila yang bersangkutan harus duduk selama berjam-jam di depan komputer. selain itu stress juga berbahaya bagi kehamilan, karena bisa melemahkan kondisi fisik dan mengganggu perkembangan janin. jika anda dihadapkan pada pilihan dilematis seperti ini, sebaiknya anda bisa bersikap bijak dalam
memutuskan.Cobalah untuk minta dipindahkan di bagian lain yang lebih tidak berisiko atau jika kebijakan perusahaan memungkinkan, mintalah cuti dalam jangka waktu lama. Tetapi jika kedua hal ini tidak mungkin untuk dilakukan, Anda harus tegas, pilih pekerjaan atau bayi anda. 

Hal lain yang harus anda pertimbangkan berkaitan dengan pekerjaan dan kehamilan anda adalah, jarak antara rumah dan tempat kerja anda, serta jenis transportasi yang anda gunakan. Perjalanan jauh membutuhkan energi ekstra, sehingga dilarang bagi mereka yang sedang masa kehamilan trisemester pertama karena dikhawatirkan bisa mengakibatkan keguguran. Keadaan yang memang lebih baik pada trisemester
ke dua ini bukan berarti anda dan bayi anda dalam kondisi yang sama sebelum hamil. Usahakanlah untuk naik kendaraan yang tidak terlalu banyak goyang atau getar. Masalah jarak dan transportasi ini juga dapat anda masukan sebagai unsur pertimbangan, apa hasil yang anda dapatkan dari bekerja memang layak dipertahankan dibandingkan dengan bayi anda dan masa depannya ditambah biaya dan energi yang harus
anda keluarkan untuk meraihnya. Ingat, bahwa masing-masing wanita memiliki karakteristik kehamilan yang berbeda. Jadi jangan terlalu memaksakan diri, dan pertimbangkan dengan matang keputusan yang akan anda buat.

B.Pekerjaan rumah tangga

Jangan pernah menganggap enteng pekerjaan rumah tangga, khususnya bagi kaum pria. Pekerjaan rutin rumah tangga seperti mencuci, mengepel, memasak, menyetrika sering dianggap pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga dan pikiran, pendapat seperti ini jelas salah. Pekerjaan rumah tangga sama melelahkannya seperti pekerjaan lainnya. Tanpa harus bekerja di luar rumah pun, pekerjaan rumah tangga sudah
menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalau seorang wanita masih harus bekerja di luar rumah, yang paling menyedihkan lagi adalah pada waktu hamil. Jika anda seorang suami yang bertanggung jawab dan memiliki rasa kemanusiaan dan budi pekerti yang baik, maka anda pasti tidak akan membiarkan istri anda melakukan pekerjaan rumah tangga sambil tetap bekerja di luar rumah pada saat hamil. Bicarakanlah
segera dengan pasangan dan keluarga dekat anda jika memang menghadapi masalah seperti ini. Karena jika dibiarkan resikonya bukan hanya pada bayi anda tetapi juga diri anda sendiri. Pada saat hamil, kurangilah pekerjaan rumah tangga yang biasa anda lakukan. Kurangilah bersentuhan dengan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai,pestisida tanaman,dan obat serangga lainnya.

C.Mengangkat yang berat-berat
Sesuatu yang berat itu bekan berarti hanya barang,orang juga termasuk didalamnya. Pekerjaan mengangkat ini sepertinya hampir tidak dapat dihindari oleh siapapun termasuk para ibu. Mengangkat sesuatu di rumah atau ditempat kerja, mengangkat barang belanjaan, atau menggendong anak anda sering menjadi hal-hal yang tidak dapat dihindari. Tetapi sewaktu hamil, ingatlah selalu kondisi anda dan janin anda.
Seperti telah dikatakan dimuka bahwa semakin besar kandungan anda, semakin besar pula peregangan tulang yang terjadi, sehingga tulang-tulang menjadi rentan. Belum lagi perubahan hormon, ketegangan urat dan saraf untuk sang bayi yang menyita energi. Prinsipanya adalah jangan mengangkat apapun yang berat pada saat anda hamil.Anda sudah cukup keberatan dengan bayi yang ada dalam kandungan anda. mintalah orang lain
untuk menggantikan anda jika memang ada yang harus anda diangkat.Dan untuk anak anda yang ingin digendong, berilah pengertian padanya bahwa anda sedang tidak bisa melakukannya, atau jika memang terpaksa, lakukanlah dengan hati-hati dan tidak dalam waktu yang lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>