Kesehatan Anak : Sinusitis Pada Anak

Ada 3 gejala yang dirasakan anak ketika menderita sinusitis yaitu : pusing, hidung tersumbat, dan lendir yang mengalir di tenggorokan. Ketiga gejala ini biasa disebut trias sinusitis.

Pusing terjadi karena udara yang seharusnya bisa mengalir keluar-masuk dengan lancar, jadi terhambat lantaran adanya pembengkakan di rongga hidung atau infeksi pada adenoid. Sedangkan hidung tersumbat disebabkan produksi lendir yang berlebih akibat alergi, ditambah penyempitan rongga hidung akibat bengkak. Akhirnya , lendir tidak bisa keluar lewat hidung, melainkan masuk ke tenggorokan. Tidak heran penderita sinus sering merasa tenggorokannya berisi lendir. Bila kondisi ini terus didiamkan dan penyebab sinusnya adalah alergi, mungkin sekali nantinya anak akan menderita penyakit asma. Soalnya , tenggorokan yang semula bekerja dengan baik, fungsinya bisa memburuk akibat lendei yang terus – menerus berada di tenggorokaan.

Sebenarnya mudah untuk mendeteksi gejala sinusitis. Yakni , flu berkepanjangan dan tak kunjung sembuh. Bila keluhan flunya berjalan hingga 4 minggu, bisa jadi merupakan gejala sinus akut. Menjadi subakut bila sampai 3 bulan. Lewat dari 3 bulan, disebut sinus kronis yang ditandai dengan suara bindeng dan napas bau.

Pada anak yang memiliki bakat alergi, kemungkinan terjadinya sinusitis bisa lebih besar. Sebab, alergi akan mudah membuat anak flu berkepanjangan. Juga membuat rongga hidung mudah bengkak. Begitu pula bila di daerah THT dan mulut terjadi infeksi, akan membuat kuman naik ke hidung dan flu anak tak kunjung sembuh. Lambat laun, terjadilah sinusitis.

Sebelum dilakukan pengobatan, dokter akan lebih dulu mencari tahu penyebabnya. Jika anak flu berkepanjangan karena alergi, selain diberi obat, akan dicari tahu pula penyebab alerginya. Kalau ternyata alergi debu, anak harus menghindarinya. Bila hanya sinusnya yang diobati tapi tidak dicari tahu penyebab alerginya, dikemudian hari sinusitisnya akan kembali kambuh. Padahal , kekambuhan membuat kondisi anak lebih parah dari sebelumnya.

Bila penyebab infeksi di rongga hidung, maka infeksi itulah yang akan dihilangkan lewat pemberian antibiotik (untuk mematikan kuman / bakteri) dan decongestan (untuk melegakan saluran pernapasan). Kalau setelah beberapa lama sinusitis tidak kunjung sembuh, biasanya dokter akan melakukan fisioterapi yang terdiri dari UKG dan inhalasi. Bila perlu, dilakukan foto rontgen untuk melihat penyebabnya. Dari situ akan terlihat jelas, apakah adenoidnya sudah benar-benar mengganggu atau tidak. Jika mengganggu, akan dilakukan koreksi.

Pada kasus yang parah, pengobatan tidak cukup dengan obat-obatan saja, melainkan perlu operasi untuk mengeluarkan infeksi (lendir dan nanah) yang ada di dalam sinus. Anak akan dibius secara total agar penembusan tulang disekitar sinus bisa dilakukan dengan lancar. Biasanya, dengan pengobatan intensif yang disebut terapi konservatif ini, sinusitis akan sembuh.

Tentunya, untuk mendapatkan hasil maksimal, pengobatan harus dilakukan tuntas sampai anak benar-benar sembuh. Jangan menghentikan pengobatan di tengah jalan meski tampaknya anak sudah sembuh. Dari penelitian, pengobatan yang tidak tuntas menyebabkan bakteri tidak semuanya mati. Mereka akan tetap berkembang biak dan nantinya akan kebal bila diobati.

Komplikasi akibat sinusitis, terutama radang telinga tengah kronis yang dikenal dengan congek / kopok. Hal ini terjadi akibat lendir masuk ke telinga, sehingga menjadi radang telinga tengah. Gejala awal biasanya ditandai dengan menaiknya suhu badan dan memerahnya gendang telinga. Congek yang tidak kunjung sembuh bisa mengakibatkan tuli konduktif. Komplikasi ini terutama terjadi pada anak-anak karena jarak antara telinga dan hidungnya relatif lebih besar. Dengan demikian memudahkan penjalaran infeksi dari hidung ke telinga.

Komplikasi yang lebih fatal adalah ke selaput otak yang dikenal dengan radang selaput otak (penyakit meningitis). Jika sudah ke taraf ini bisa membawa kematian. Komplikasi lainnya adalah radang saluran bronchus kronis, yang disebabkan masuknya dahak ke paru-paru, sehingga membuat si anak sesak napas dan pusing. Komplikasi ini sering terjadi, dikenal dengan istilah sinobronkhitis, yaitu suatu penyakit radang sinus kronis yang mengakibatkan terjadinya bronchitis kronis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *