Panduan Kesehatan Untuk Ibu Menyusui

Menyusui adalah salah satu bagian dari sistem reproduksi wanita setelah melewati proses kehamilan dan melahirkan. Sesungguhnya, proses menyusui tidak selalu berjalan dengan lancar seperti yang diinginkan. Mengapa? Karena proses menyusui itu memerlukan keterampilan yang perlu dipelajari dan dipersiapkan dengan baik sejak masa kehamilan.

Persiapan Sebelum Menyusui

  • Persiapan fisik. Persiapan fisik sebelum menyusui biasanya dapat Anda mulai sejak masa kehamilan. Berbagai persiapan fisik yang dapat Anda lakukan antara lain senam kehamilan, rutin memeriksakan kehamilan, memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk mendapatkan kenaikan berat badan ibu hamil yang ideal yaitu sekitar 11kg serta beristirahat yang cukup.

  • Persiapan mental. Persiapan mental ini dilakukan dengan menetapkan keyakinan bahwa menyusui merupakan proses alamiah yang dapat dilakukan oleh setiap ibu. Selain itu, persiapan mental juga dapat dilakukan dengan cara menambah informasi tentang pentingnya manfaat ASI bagi buah hati agar Anda menjadi lebih termotivasi lagi untuk menyusui. Peranan suami dan  anggota keluarga lain untuk memberikan dukungan bagi Anda dalam menyusui juga sangat penting.

Posisi Menyusui

Proses menyusui dapat dilakukan dengan posisi duduk ataupun berbaring. Jika Anda lebih memilih posisi berbaring dengan miring ke arah kanan atau kiri, maka selalu usahakan agar payudara Anda tidak sampai menutupi bagian hidung bayi. Jika Anda lebih memilih posisi duduk, maka sangat disarankan bagi Anda untuk duduk sambil bersandar agar Anda tidak cepat merasa pegal karena memegang bayi. Selain itu, taruhlah bantalan di pangkuan Anda saat menyusui untuk membantu menyangga bayi.

Saat menyusui, usahakan bayi tidak hanya mengisap pada bagian puting saja, namun hingga ke bagian areola payudara juga. Timbunan ASI banyak terdapat di daerah areola payudara. Jika bayi hanya mengisap bagian puting saja, bayi akan kesulitan mendapatkan ASI sehingga akan mengisap dengan kuat untuk mendapatkan ASI lebih, hal ini yang kemudian mengakibatkan kelecetan pada bagian puting. Anda dapat mengarahkan bayi untuk menghisap ASI hingga ke bagian areola payudara dengan cara membuka mulut bayi menggunakan jari tangan Anda, kemudian doronglah bagian gusi bayi ke atas sehingga bagian payudara yang masuk ke dalam mulut bayi menjadi lebih dalam lagi.

Hal lain yang juga sangat penting untuk Anda lakukan sebelum menyusui adalah menenangkan pikiran Anda. Karena perasaan yang tidak tenang seperti marah, kesal ataupun tegang dapat mempengaruhi jumlah produksi dari ASI Anda. Menenangkan diri ini dapat Anda lakukan dengan berbaring tenang selama 10-15 menit.

Tanda-Tanda Menyusui Yang Benar

  1. Mulut bayi terbuka dengan lebar dan bagian bibirnya melipat ke arah luar.

  2. Bagian dagu dan hidung bayi menempel pada payudara.

  3. Bagian areola payudara telah banyak yang masuk ke dalam mulut bayi.

  4. Frekuensi bayi menyusu sangat teratur dengan posisi mendalam, serta ada jeda dari bayi saat menyusu untuk berhenti sesaat.

  5. Bayi mampu menelan ASI yang diminum dengan teratur.

  6. Puting susu menjadi lebih nyaman dan terbiasa setelah melakukan pemberian ASI beberapa kali dibanding saat pertama kali memberikan ASI.

Tanda-Tanda Menyusui Yang Tidak Benar

  1. Posisi kepala bayi tidak lurus dengan badannya.

  2. Bayi hanya menghisap ASI pada bagian puting saja.

  3. Bayi menghisap ASI dengan hisapan yang ringan, serta terkesan tergesa-gesa dan gelisah.

  4. Pipi bayi berkerut ke arah dalam.

  5. Bayi tidak mampu menelan ASI dengan teratur walaupun Anda sudah dapat merasakan adanya peningkatan pada produksi ASI saat Anda menyusui bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *