Saatnya Menyapih Anak

Menyapih adalah proses berhentinya menyusui secara berangsur atau bisa juga secara sekaligus. Hal tersebut bisa terjadi karena anak yang berhenti sendirinya untuk menyusu atau karena si ibu untuk melepas masa menyusui. Masa penyapihan merupakan pengalaman emosional bagi ibu dan anak, dikarenakan ibu sering kali tidak tega melihat sang anak minta menyusu. Sehingga tidak jarang masa penyapihan yang harusnya alami menjadi masalah bagi orang tua.

Penyapihan bukanlah pemisahan antara ibu dan anak. Baik secara fisik maupun emosionalnya. Tapi inilah fase perkembangan yang harus dilalui ibu dan anak secara alamiah. Sebenarnya saat penyapihan berlangsung, anak-anak akan belajar beberapa hal, diantaranya :

Belajar mengenal aneka rasa dan tekstur berbagai makanan dan minuman.

  • Latihan mengunyah dengan baik, karena mereka telah mengenal bentuk makanan padat, dimana gigi dan rahangnya akan teruji sehingga dapat berkembang dengan optimal
  • Latihan untuk mandiri, sebab anak tidak lagi bergantung pada ASI tiap kali dia merasa lapar atau haus. Dia telah bisa menikmati makanan padatnya.
  • Latihan percaya pada orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Saat ini ibu bukanlah satu-satunya orang yang bisa memenuhi kebutuhannya. Selain itu anak akan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya, semisal ayahnya, nenek, kakek, paman atau bibinya yang bisa membantunya kapan saja selain ibunya.
  • Membentuk konsep diri yang positif bagi anak.
  • Dalam WHO,  Usia anak menerima ASI ekslusif adalah 0-6 bulan pertama kelahirannya, setelah itu anak bisa diberi makanan tambahan sesuai usianya dengan tahapan memberikan ASI sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi.
  • Sebenarnya secara sendirinya ASI akan berkurang dan tingkat nutrisi juga menurun sesuai tahap perkembangan anak. Sehingga jika waktu menyusu habis , yaitu usia disapih, tidak banyak yang terbuang sia-sia karena anak tidak lagi menyusu. Jadi, ibu tidak perlu khawatir ASI yang masih tersisa akan terbuang percuma, karena juga nutrisinya sudah jauh menurun dibanding tahun pertama.

Macam Cara Penyapihan

Penyapihan seketika

Umumnya, cara ini dilakukan dalam kondisi terpaksa, semisal ibu mendadak sakit, atau harus pergi jauh meninggalkan anak sehingga tidak memungkinkan untuk menyusuinya. Bila hal ini adalah terpaksa dilakukan, maka komunikasikan situasi ini pada suami, orang tua dan anak itu sendiri dengan bahasa yang bisa dimengerti oleh anak. Tunggu sampai anak merasa haus atau lapar karena biasanya saat itu anak dapat menerima minuman atau makanan selain ASI. Alihkan perhatian anak pada mainan atau hal lain yang menyenangkan agar anak merasa nyaman sehingga tidak mencari ASI. Cobalah susu formula atau makanan lain yang disukai anak dan tentunya sehat bagi anak. Hadirkan sosok pengganti ibu yang bisa membuat anak tenang dan nyaman di samping orang tersebut, selama ibu tidak berada di dekatnya.

Penyapihan bertahap

Menyapih dengan cara ini akan memberi dampak psikologis yang lebih ringan,baik bagi anak maupun bagi ibu. Pada awal menyapih anak akan sedikit rewel dan gelisah. Dengan menyapih cara bertahap ini anak biasanya sudah berkurang sifat ketergantungannya pada ASI. Mengingat usia telah batita, anak juga mulai mengenal rasa lain dan menyukai susu berbagai macam rasa semisal vanilla, cokelat, stroberi, madu dan berbagai rasa lain yang sering disukai anak sehingga mengurangi kekerapan anak menyusu pada ibunya. Memberikan makanan bergizi tinggi dan tinggi kalori pada malam hari juga bisa membuat anak merasa kenyang dan bisa tidur dengan tanpa rasa rewel sehingga mengurangi anak untuk menetek pada ibunya.

Proses Penyapihan

Dalam menyapih anak, jika orang tua melakukan dengan benar maka kedekatan ibu dan anak akan tetap terjaga. Maksudnya, anak dengan sendirinya mengetahui meski saat ini ia mulai tidak mendapatkan ASI lagi dari ibu. Dan anak akan merasakan bahwa menyapih ternyata bukanlah kejahatan baginya. Dengan begitu efek positif yang lain ialah, anak akan belajar mandiri dan percaya diri.

Berikut adalah berbagai cara ang bisa dilakukan ibu dan orang tua dalam proses penyapihan anak;

  • Niat dalam diri ibu dan yakin akan tujuan serta manfaat penyapihan anak. Senantiasa berdoa kepada Allah agar dimudahkan dan diberi kesabaran selama proses penyapihan.
  • Menyapin anak dalam kondisi sehat. Hindari menyapih jika anak sakit, marah,sedih atau hal lain yang mengganggu anak, karena ini akan membuat anak semakin merasa tersisihkan dan tertekan sehingga dia tidak bahagia.
  • Berkomunikasi dengan ayah, keluarga terdekat. Menyapih dapat berjalan lancar bila semua keluarga dekat memberikan dukungan positif. Dan yang tidak kalah penting adalah berbicara pada anak dengan bahasa dan kata yang dimengerti anak. Misalnya , dengan menawarkan ASI diganti dengan jus atau susu formula yang dia sukai.
  • Dengan bahasa dan kalimat sederhana, ibu bisa mngajak ngobrol anak hingga dia menyadari bahwa ASI harus diganti dengan makanan atau minuman lain, karena dia sudah besar, akan mendapatkan adik yang baru atau alasan lain yang bisa diterima anak. Tetapi jangan lupa katakan pada anak bahwa ibu tetap menyayanginya sepenuh hati.
  • Bersikaplah lembut tetapi tegas dan konsisten. Jangan merasa bersalah karena waktu selama dua tahun sudah cukup bagi anak untuk menyusu.
  • Ajaklah anak beraktivitas yang menyenangkan agar anak tahu bahwa mendapatkan ASI bukan berarti tidak akan bergembira dan dicintai.
  • Jangan pernah sesekali menawarkan ASI atau menetek sebagai cara yang ampuh
  • Menyapih hendaknya tidak dilakukan jika anak sedang labil, atau adanya perubahan, misal tumbuh gigi, baru pindah rumah sehingga dia masih butuh adaptasi dengan lingkungan barunya, karena menyesuaikan diri dengan lingkungan baru saja sudah merasa sulit baginya, apalagi jika harus menghadapi penyapihan.
  • Berikan makanan atau minuman selingan pada waktu tertentu hingga dia merasa kenyang dan menjadi lupa minum ASI. Belaian lembut dan cerita singkat saat mendampingi anak makan atau menikmati minuman barunya membuatnya gembira dan merasa diperhatikan.
  • Jarangkan waktu member ASI, misalnya yang biasanya semaunya anak, kini jarangkan menjadi 3 atau 4 kali selama 24 jam. Ganti waktu pemberian ASI dengan snack sehat atau jus buah.
  • Jangan mengganti ASI dengan sesuatu yang bisa menimbulkan ketergantungan baru pada anak, semisal dot. Hal ini akan sama halnya membuat pekerjaan baru untuk menyapihnya kelak. Lakukan semua hal dengan sabar, tawakal dan penuh cinta.

Cara yang tidak dianjurkan dalam menyapih anak

– Mengoleskan obat merah / obat lain pada puting . hal ini bisa menyebabkan keracunan pada anak saat menetek, juga menjadikan berpikir anak bahwa puting tidak enak, bahkan bisa membuatnya sakit. Keadaan tersebut akan semakin parah jika dilakukan secara mendadak sehingga anak akan berpikir bahwa dia ditolak oleh ibunya. Dan berdampak anak merasa tidak dicintai oleh ibunya.

– Diolesi jamu atau perasa pahit lainnya. awalnya anak mungkin masih belajar untuk menikmati rasa yang ditimbulkan, lama-lama anak akan terbiasa dan menyukainya karena hal ini masih tercampur dengan rasanya ASI.

– Menitipkan anak di rumah kakek. Secara logis, kehilangan ASI saja sudah cukup membuatnya menderita dan sakit, apalagi jika harus ditambah kehilangan sosok ibu yang selama ini dipercaya.

– Selalu mengalihkan perhatian anak setiap kali dia ingin ASI. Meski masih batita, si kecil tetap bisa mrasakan penolakan ibu karena ibunya selalu mengalihkan perhatiannya saat ia minta menyusu.

– Selalu bersikap cuek pada anak saat ia meminta ASI. Hal ini hampir sama dengan pengalihan perhatian pada anak. Itulah diantaranya beberapa hal yang sering terabaikan oleh ibu saat hendak menyapih si buah hati. Semoga uraian ini bermanfaat dan bisa menjadi pedoman bagi ibu yang hendak menyapih.

 

 

Referensi :

-WHO 2004 “infant feding in emergencies : A guide for mother.

-Menyapih dengan cinta, poat on may 2008,luchantiq

-Al-mawaddah

-Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *