> Gejala Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Pada Wanita - Info kesehatan ibu dan anak | Seputar Kehamilan | Tips Kesehatan lainnya - Info kesehatan ibu dan anak | Seputar Kehamilan | Tips Kesehatan lainnya
IBX5A956E2AC072D

Gejala Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Pada Wanita

Diseluruh dunia penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD) menduduki urutan nomor 1 sebagai penyakit penyebab kematian perempuan. Namun pada kenyataannya tidak semua perempuan mengetahui hal tersebut.  Penyakit berbahaya ini dapat dicegah, dan sebagai perempuan kita bisa melakukan banyak hal untuk melindungi diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat. Merubah gaya hidup adalah langkah pertama menurunkan resiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Mengenali dan mewaspadai berbagai faktor risiko sangat penting.

Perempuan dihadapkan pada 6 faktor resiko penyebab penyakit jantung dan stroke yang dapat dicegah atau dikendalikan atau diobati, yaitu : tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, merokok, kurang berolahraga, obesitas atau kegemukan dan diabetes / penyakit kencing manis.

Tekanan darah Tinggi

Tekanan darah tinggi (Hipertensi) disebut sebagai “The silent killer”, karena sering tidak memberikan tanda tanda sama sekali. Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras, sehingga bisa menyebabkan jantung dan pembuluh darah cedera dan meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan stroke. Untuk mengetahui bahwa anda memiliki resiko diatas  adalah dengan cara memeriksakannya.

Kemungkinan terkena Hipertensi meningkat jika anda memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi , berat badan anda 9 kg diatas berat rata-rata, stress emosional berkepanjangan. Kemungkinan anda terkena penyakit ini juga meningkat selama masa kehamilan, terutama pada trisemester terakhir. Jika tidak diobati, hipertensi selama masa kehamilan dapat membahyakan janin.

Tekanan darah dinyatakan dengan angka, misalnya 115/78. Tekanan sistolik (angka yang besar)  adalah tekanan dalam pembuluh darah arteri saat jantung berdenyut. Tekanan diastolik (angka yang lebih kecil) adalah tekanan saat jantung beristirahat diantara detak jantung. Jika pada saat pengukuran tekanan sistolik anda lebih dari 120 mm Hg atau tekanan diastolik anda lebih dari 80 mm Hg (atau keduanya), maka berarti anda harus waspada terhadap hipertensi.

Kadar Kolesterol Darah Tinggi

Kolesterol adalah substansi mirip lemak yang dapat menyatu dengan substansi lain di dalam dinding  arteri, membentuk plak yang dapat menyempitkan pembuluh-pembuluh darah. Plak yang pecah, bersama dengan darah akan membentuk gumpalan. Jika gumpalan menutup pembuluh darah ke jantung dapat mengakibatkan serangan jantung. Jika menutup pembuluh darah ke otak, maka dapat menyebabkan stroke. Kadar kolesterol tinggi juga tidak memberikan tanda-tanda tertentu.

Kadar kolesterol terdiri kolesterol “baik” (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Jika anda perlu menurunkan LDL, anda bias berkonsultasi dengan para ahli untuk menyusun diet rendah asam lemak dan kolesterol, maupun rencana berolahraga. Diet dan berolahraga memang penting namun kadang-kadang dengan melakukan hal ini saja tidaklah cukup. Mungkin anda perlu juga mengkonsumsi obat untuk menurunkan kolesterol.

 

Merokok

Perempuan yang merokok umumnya meninggal karena penyakit jantung dan stroke. Solusinya tidaklah mudah, tapi hal ini adalah pilihan masing-masing. Bila anda perokok, berhentilah! Terhirup asap perokok dirumah atau dikantor meningkatkan resiko anda meskipun anda sendiri tidak merokok. Untungnya, bila seseorang berhenti merokok berapa lama atau seberapa banyaknya pun merokok sebelumnya resiko terkena PJPD menurun. Resiko berkurang 50 % setelah berhenti  setahun dan akan terus turun hingga pada akhirnya mencapai serendah resiko orang yang tidak merokok.

Kurang Beraktifitas Fisik

Kurang berkatifitas fisik atau kurang gerak meningkatkan total resiko terkena PJPD. Hal ini dapat dicegah dengan berolahraga secara teratur selama 30 menit perhari. Aktifitas fisik yang teratur dapat menekan resiko PJPD karena terjadi pengendalian kadar kolesterol darah, diabetes, obesitas dan membantu menurunkan tekanan darah. Sebelum memulai program olahraga apapun, berkonsultasilah dengan dokter.

Berat Badan Lebih Dan Obesitas / kegemukan

Bila lemak tubuh anda tidak terlalu banyak terutama di daerah pinggang, anda beresiko terkena tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, diabetes, PJPD dan stroke. Perempuan dengan lemak tubuh berlebihan beresiko lebih terkena PJPD meski mereka tidak memiliki faktor resiko lainnya. Lingkar pinggang dan Body Mass Index / BMI (Indeks Masa Tubuh/ IMT) adalah cara yang dianjurkan untuk mengukur lemak tubuh seseorang. Bagi perempuan Indonesia, lingkar pinggang yang mempunyai faktor resiko tinggi adalah yang lebih dari 88 cm.

Untuk mengetahui IMT, cobalah hitung sbb:

 

Berat Badan (kg)

IMT —————————————————————-

Tinggi badan (m) X Tinggi Badan (m)

 

Contoh : Berat badan 50 kg, Tinggi Badan 1,5 m

50 kg

IMT =    ______________________________ = 22

1,5 x 1,5

 

IMT (kg/m2)                                                                                       Klasifikasi

<18.5                                                                                                     Berat badan kurang

18.5 – 24.9                                                                                            Berat badan ideal

25.0 – 29.9                                                                                           Berat badan lebih

> 30                                                                                                        Obesitas

Sumber : WHO Expert Committee 1995

 

Diabetes

Sebagian besar  dari makanan yang kita konsumsi diubah menjadi glukosa / gula, untuk digunakan tubuh kita sebagai tenaga. Pankreas , sebuah organ tubuh yang terletak dalam rongga perut, menghasilkan hormon yang disebut insulin yang membantu gula masuk ke dalam sel tubuh. Pada penderita diabetes terjadi kerusakan pada pankreas, sehingga tubuh kurang menghasilkan insulin atau tidak dapat memanfaatkan insulin sebagaiman mestinya, atau mungkin keduanya. Hal ini menyebabkan kadar glukosa dalam tubuh (gula darah) menjadi tinggi.

75 % penderita diabetes meninggal akibat PJPD. Perempuan yang menderita diabetes memiliki resiko lebih tinggi terkena PJPD daripada perempuan bukan penderita diabetes. Jika nilai gula darah anda  200 mg/ dl atau lebih, berkonsultasilah dengan dokter.

Gejala Serangan Jantung

Penelitian di Amerika serikat menunjukan bahwa kematian pada perempuan akibat serangan jantung lebih tinggi daripada laki-laki. Mengapa demikian? Hal ini karena pada saat mengalami serangan jantung umumnya perempuan tidak segera mencari pertolongan dokter disebabkan adanya anggapan yang salah bahwa penyakit jantung adalah penyakit laki-laki. Semua perempuan, terutama setelah menopause, wajib mewaspadai dan mengenali gejala serangan jantung. Hal ini adalah langkah terpenting untuk dapat menyelamatkan nyawa banyak orang termasuk anda sendiri, keluarga (orang tua, suami, kakak/adik, anak) serta orang-orang disekitar anda.

Beberapa gejala serangan penyakit jantung pada wanita dapat dikenali,  seperti :

  • Rasa tidak enak pada rongga dada, rasa diremas atau sakit didada bagian tengah atau didaerah tulang belikat /  tulang belakang.
  • Rasa tidak enak atau sakit yang menyebar ke bagian-bagian lain tubuh bagian atas, seperti : salah satu lengan / keduanya, punggung, leher, dagu atau daerah perut.
  • Nafas pendek tersengal-sengal, sesak, lemas / lelah tanpa sebbab yang jelas, kembung / rasa penuh gas diperut.
  • Detak jantung yang tidak teratur, berdebar-debar, kegelisahan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Keringat berlebihan / keringat dingin.
  • Pusing disertai muntah-muntah atau pingsan.
  • Apabila anda mengalami salah satu dari gejala tersebut diatas, yang seringkali muncul secara tiba-tiba lalu segera hilang kembali, segeralah periksakan diri anda ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *