> Hamil di Usia Lebih dari 35 Tahun - Info kesehatan ibu dan anak | Seputar Kehamilan | Tips Kesehatan lainnya - Info kesehatan ibu dan anak | Seputar Kehamilan | Tips Kesehatan lainnya
IBX5A956E2AC072D

Hamil di Usia Lebih dari 35 Tahun

Jika Anda berusia lebih dari 35 tahun dan berencana untuk hamil untuk pertama kali, Anda tidak sendiri. Banyak perempuan yang menunda kehamilan sampai berusia lebih dari 35 tahun dan tetap dapat melahirkan bayi yang sehat. Syaratnya adalah Anda harus merawat diri sendiri agar kesehatan reproduksi anda tetap sehat. Hal itu dapat membantu bayi Anda terlahir sehat pula.

Yang pertama kali harus disadari adalah risiko untuk hamil pada usia tersebut. Jam biologis adalah fakta kehidupan. Tidak ada yang istimewa pada usia 35 tahun, tetapi perempuan memiliki beberapa risiko yang pantas untuk dibicarakan, seperti berikut ini:

* Mungkin akan butuh waktu lebih lama untuk bisa hamil: Perempuan terlahir dengan jumlah sel telur yang terbatas. Ketika usia sudah merambah 30-an tahun, kualitas telur akan menurun. Ovulasi pun akan jarang terjadi, walau Anda masih mengalami menstruasi dengan rutin. Telur dari perempuan yang lebih tua akan lebih sukar dibuahi ketimbang telur dari mereka yang lebih muda. Apakah itu berarti perempuan berusia di atas 35 tahun tidak bisa hamil? Bisa saja, hanya saja akan membutuhkan waktu lebih lama. Jika sampai enam bulan berhubungan seksual, belum juga hamil, sebaiknya Anda menemui dokter kandungan

* Risiko diabetes gestasional. Diabetes jenis itu hanya terjadi pada seat hamil dan biasanya diderita ketika usia beranjak tua. Mengendalikan gula darah melalui pola makan, aktivitas fisik, den gaya hidup sehat yang lain sangatlah penting. Kadang pengobatan juga dibutuhkan. Jika diabetes gestasional tidak dikendalikan, bayi akan tumbuh besar, yang akan meningkatkan risiko cedera ketika melahirkan.

• Tekanan darah tinggi: Gangguan tekanan darah selama kehamilan sebelum usia 20 pekan disebut hipertensi kronis, Setelah 20 pekan hipertensi gestasional, setelah 20 pekan disertai adanya protein dalam urin atau preeklampsia. Menurut Mayo Clinic, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi selama kehamilan akan lebih mudah terjadi bila ibu hamil berusia lebih dari 35 tahun. Dokter akan membantu Anda memonitor tekanan darah. Selain itu, mungkin Anda memerlukan obat penurun tensi jika ketika akan melahirkan, tekanan darah masih terlalu tinggi, untuk menghindari komplikasi.

* Risiko lain: Risiko lain adalah kemungkinan melahirkan dengan C-section (bedah Caesar), tingkat keguguran yang lebih tinggi, dan kromosom abnormal juga akan lebih sering terjadi.

Membuat Pilihan Sehat
Setelah mengetahui semua risiko, langkah berikutnya adalah memperhatikan semua agar Anda tetap dalam kondisi prima. Dengan demikian bayi yang akan Anda lahirkan pun dalam kondisi sehat.

Berikut ini yang harus menjadi perhatian:

1. Membuat perjanjian prakehamilan: Temui dokter kandungan sebelum Anda memutuskan untuk hamil, untuk memastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi siap.

2. Cek rutin: Selama hamil, kandungan rutin ke dokter kandungan akan membuuhkan dokter memonitor kesehatan Anda dan juga jabang bayi.

3. Menganut pol makan sehat: Ibu hamil membutuhkan lebih banyak asam folat, kalsium, zat besi, protein, den nutrisi esensial lainnya. Alangkah bagusnya jika Anda sudah menganut pola makan sehat jauh sebelum hamil. Vitamin prenatal idealnya mulai diminum beberapa bulan sebelum kehamilan.

4. Memperhatikan kenaikan berat badan: Kenaikan berat badan yang tepat dapat mendukung kesehatan bayi. Dan juga akan lebih mudah bagi Anda menurunkan berat badan setelah melahirkan. Kenaikan kira-kira 11-16 kg kadang menjadi rekomendasi untuk perempuan dengan beret badan normal. Untuk perempuan obesitas, disarankan menurunkan berat sebelum hamil. Bekerjasamalah dengan dokter kandungan untuk menentukan berat badan yang tepat.

5. Tetap aktif: kecuali dokter kandungan melarang untuk beraktivitas, sebaiknya Anda tetap aktif seperti biasa. Olah raga khusus untuk ibu hamil dapat mengurangi ketidaknyamanan yang terjadi dan juga menambah energi. Dengan berolah raga, Anda akan memiliki kekuatan otot dan stamina, yang berguna saat melahirkan.

6. Hindari zat-zat berisiko: minuman beralkohol, tembakau, dan narkoba dilarang dikonsumsi selama hamil.

 

 

sumber : sehatnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *