> Pre-eklampsia Pada Ibu Hamil - Info kesehatan ibu dan anak | Seputar Kehamilan | Tips Kesehatan lainnya - Info kesehatan ibu dan anak | Seputar Kehamilan | Tips Kesehatan lainnya
IBX5A956E2AC072D

Pre-eklampsia Pada Ibu Hamil

Pre-eklampsia pada ibu hamil adalah gangguan kehamilan yang sangat berbahaya. Kenali gejala agar anda waspada.

Pre-eklampsia adalah meningkatnya tekanan darah tinggi secara tiba-tiba pada saat ibu sedang hamil disertai pembengkakkan pada kaki (edema) dan keluarnya protein pada urin (proteinuri). Pada kehamilan normal hal ini tidak ditemukan. Pre-eklampsia dapat terjadi meskipun ibu hamil tidak mempunyai riwayat darah tinggi.

Sejumlah penelitian menyebutkan pre-eklampsia lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. Sementara itu, resiko pre-eklampsia semakin tinggi jika ibu hamil pada usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. Selain itu, ibu hamil dengan riwayat diabetes, kelainan ginjal, tekanan darah tinggi, dan hamil kembar juga mempunyai resiko yang cukup besar mengalami gangguan ini.

Secara umum, pre-eklampsia dibagi atas pre-eklampsia ringan dan berat. Jika tidak segera diobati, pre-eklampsia dapat menjadi eklampsia. Ibu akan mengalami kejang-kejang hingga koma. Penyakit pre-eklampsia lebih sering timbul pada usia kehamilan diatas 20 minggu.

Sampai saat ini, tidak ditemukan secara pasti penyebab pre-eklampsia. Meskipun , sangat banyak teori yang mengemukakan dan membahas mengenai keadaan ini. Sehingga , penyakit iini disebut “Disease of theory.” Tetapi , pada umumnya, para ahli menilai munculnya penyakit ini diawali dengan gangguan aliran darah pada ari-ari (plasenta) . Dalam istilah medis disebut iskemia plasenta.

Akibatnya terjadi gangguan aliran darah dari ibu ke janin sehingga zat makanan yang dibutuhkan janin berkurang. Karena itu, gangguan ini tidak hanya membahayakn ibu tapi juga keselamatan janin.

Dalam darah ibu hamil yang mengalami pre-eklampsia ditemukan adanya bahan racun, sebuah percobaan menunjukan, bahan racun ini bisa menghancurkan sel-sel endotel manusia (sel-sel yang melapisi pembuluh darah). Jika tidak segera diatasi akan terjadi kerusakan menetap pada saraf, pembuluh darah, dan ginjal ibu. Sementara itu, bayi dapat mengalami keterbelakangan mental karena kurangnya aliran darah melalui plasenta dan oksigen ke otak.

Penanganan dan pencegahan

Penanganan yang tepat dan sesegera mungkin perlu dilakukan agar tidak sampai menjadi eklampsia. Oleh karena itu, ibu harus mewaspadai adanya gejala pre-eklampsia sejak dini. Selain itu, diperlukan pemeriksaan kehamilan secara teratur agar dokter dapat memantau kesehatan ibu dan janin.

Bila dokter melihat adanya gejala pre-eklampsia, ibu hamil akan diminta untuk istirahat baring (bedrest) di rumah sakit sampai waktu yang ditentukan. Ini guna menghindari semakin meningkatnya tekanan darah yang dapat menjurus pada keadaan eklampsia.

Selain itu, ibu akan diberi obat penurun tekanan darah tinggi untuk mengontrol tekanan darah. Kemudian , Anda juga akan diberi obat-obatan anti kejang (magnesium sulfat) secara suntikan atau infus untuk mencegah timbulnya komplikasi kejang-kejang yang dapat mengakibatkan kematian ibu maupun janin. Tetapi , bila kondisi janin masih sehat dan siap untuk dilahirkan, biasanya dokter akan mempertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan atau terminasi. Pre –eklampsia adalah penyakit yang timbul akibat kehamilan dan akan berakhir setelah kehamilan disudahi.

Gejala pre-eklampsia

  • Terjadinya kenaikan tekanan darah lebih dari 140/90
  • Adanya pembengkakkan dibawah kulit terutama daerah tangan, kaki dan wajah.
  • Terjadi pengingkatan berat badan secara tiba-tiba (ini terjadi karena tertahannya cairan di dalam tubuh)
  • Di dalam air kemih ibu terkandung protein yang cukup tinggi akibat terjadi gangguan awal fungsi ginjal. Bau urin biasanya sangat menyengat.
  • Ibu merasa sangat pusing
  • Pandangan mulai sering kabur
  • Keadaan emosi jadi tidak stabil (cepat marah atau uring-uringan)
  • Bila kondisinya semakin parah maka tekanan darah bisa mencapai 160/110 mm Hg atau lebih.

Agar kehamilan Anda selamat dari pre-eklampsia , inilah yang perlu anda lakukan :

  • Waspadai setiap gejala yang mengarah pada pre-eklampsia
  • Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur
  • Jalani kehamilan dengan pola hidup sehat . (Kurangi makanan berkadar garam tinggi, terutama jika tekanan darah anda mulai naik).
  • Sangat disarankan untuk mempersiapkan kehamilan sebelum anda memutuskan untuk hamil

Dr. Indra Anwar, sp.OG RS Bunda Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *