> Sembelit Pada Bayi Baru Lahir - Info kesehatan ibu dan anak | Seputar Kehamilan | Tips Kesehatan lainnya - Info kesehatan ibu dan anak | Seputar Kehamilan | Tips Kesehatan lainnya
IBX5A956E2AC072D

Sembelit Pada Bayi Baru Lahir



Jika bayi mengalami sembelit pada satu minggu pertama kelahiran harus dicurigai ada kelainan anatomi bawaan sejak lahir. Yang paling sering adalah Hirschprung, yaitu tidak ditemukannya persarafan pada sebagian segmen usus. Dengan tidak adanya sistem saraf tersebut, gerakan usus akan terganggu sehingga tinja akan tertahan disitu. Bila keadaan ini berlangsung lama, kuman-kuman di usus besar jadi menumpuk dan berlebihan. Selanjutnya akan terjadi infeksi enterokolitis (infeksi usus). Jika didiamkan bisa menjadi sepsis (infeksi berat) yang dapat menyebabkan kematian pada bayi.

Bisa juga lama-lama karena pembusukan kotoran, akan mengeluarkan cairan. Cairan ini akan merembes keluar tanpa bisa ditahan oleh anus karena tak ada persarafan tadi. Mungkin orang tua ataupun dokter tidak menyadari si bayi mengalami mencret atau diare biasa. Untuk mengetahui  perbedaannya dengan diare normal, bisa diperhatikan dari baunya yang busuk. Selain itu , perut si bayi juga akan kembung sekali alias membuncit. Ditambah lagi dengan ada riwayat BAB yang tidak pernah normal. Sedangkan pada diare yang normal, biasanya sebelumnya tidak ada riwayat BAB yang bermasalah. Jadi tiba-tiba terkena infeksi lalu mencret.

Untuk memastikan adanya kelainan ini dilakukan pemeriksaan dengan barium enema lewat anus. Bagian usus yang tidak ada persarafannya ini harus dibuang lewat operasi. Operasi ini biasanya dilakukan dua kali. Pertama, dibuang usus yang tidak ada persarafannya. Kedua, kalau usus tidak bisa ditarik kebawah, langsung disambung keanus. Kalau ternyata ususnya belum bisa ditarik, maka dilakukan Kolostomi, yaitu dibuat lubang ke dinding perut. Jadi bayi akan BAB lewat lubang tersebut. Nanti kalau ususnya sudah cukup panjang, bisa dioperasi lagi untuk diturunkan dan disambung langsung ke anus. Biasanya menunggu sampai ususnya lebih panjang , ini bisa memakan waktu sampai 3 bulan, tergantung kondisi si anak. Selama itu, anak tetap harus dikontrol terus, dua minggu sekali atau sebulan sekali.

Setelah dioperasi dengan dibuang kelainannya, BAB anak biasanya akan normal kembali. Kecuali jika kelainannya parah sampai usus besarnya harus dibuang semuanya, maka akan tetap bermasalah. Namun kasus ini jarang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *